Unwahas Gandeng Kementerian P2MI dan Praktisi, Siapkan Lulusan Unggul Hadapi Persaingan Global

Unwahas Gandeng Kementerian P2MI dan Praktisi, Siapkan Lulusan Unggul Hadapi Persaingan Global

Semarang, 12 Agustus 2026 — Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) melalui FutureHub menyelenggarakan Workshop Karier & Kewirausahaan dengan tema “Generasi Unggul Indonesia: Siap Berkarya, Berkarier, dan Berwirausaha di Era Transformasi Global Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom Meeting dan secara langsung di Gedung KH Soleh Darat, Lantai 6, Kampus I Unwahas, ini diikuti oleh lebih dari 800 calon wisudawan dan wisudawati Unwahas.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan Wahid Hasyim Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Rektor Unwahas Prof. Dr. Ir. Helmy Purwanto, S.T., M.T., IPM., , Wakil Rektor III Unwahas Dr. Ratih Pratiwi, S.Pd., M.Si., M.M., Ketua PKKAM Unwahas Dr. Dian Listiarini, M.Or., perwakilan dekan dan ketua program studi, serta perwakilan mahasiswa secara langsung. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen Unwahas dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi transisi dari dunia akademik menuju dunia kerja, kewirausahaan, maupun peluang karier di tingkat global.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Rektor Unwahas yang menekankan pentingnya pembekalan karier dan kewirausahaan bagi mahasiswa menjelang kelulusan. Selanjutnya, Ketua Yayasan Wahid Hasyim Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. turut memberikan arahan mengenai pentingnya kegiatan tersebut bagi calon wisudawan dan wisudawati. Pembekalan ini tidak hanya diarahkan agar lulusan siap memperoleh pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang, mengembangkan kompetensi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan di Unwahas.

Sesi berikutnya diisi dengan keynote speaker Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Drs. H. Mukhtarudin. Dalam paparannya, Menteri P2MI menegaskan pentingnya membangun ekosistem pelindungan pekerja migran dari hulu hingga hilir sekaligus mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di pasar global. Pemerintah juga mendorong program Quick Win SMK Go Global dengan target penyiapan 500.000 tenaga kerja terampil untuk pasar internasional periode 2026–2029 serta penguatan Migrant Center di perguruan tinggi. Ia juga mengajak generasi muda membekali diri dengan kompetensi, karakter, dan keberanian, sehingga mampu berkiprah secara global dan turut membangun perekonomian nasional.

Setelah sesi keynote, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Hesti Nur Lestari, S.Psi., MBA., Psikolog., LCPC., Founder & Director Hantari Consulting. Materi diarahkan pada penguatan kesiapan peserta dalam menghadapi dunia profesional, termasuk pentingnya mengenali potensi diri, membangun kesiapan karier, serta mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perubahan lingkungan profesional. Sesi ini menjadi ruang bagi calon wisudawan untuk memperoleh perspektif praktis mengenai langkah yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki dunia kerja maupun mengembangkan jalur karier secara mandiri.

Melalui kegiatan ini, FutureHub Unwahas menegaskan perannya dalam memberikan pendampingan transisi karier bagi mahasiswa dan calon lulusan. Workshop diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pembekalan, tetapi menjadi momentum bagi calon wisudawan untuk menyusun langkah karier secara lebih terarah, meningkatkan kompetensi, membuka peluang kewirausahaan, serta memanfaatkan berbagai peluang kerja di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Unwahas dalam mempersiapkan generasi unggul yang siap berkarya, berkarier, dan berwirausaha menuju Indonesia Emas 2045. Dengan sinergi antara perguruan tinggi, Kementerian P2MI, praktisi, dan dunia profesional, Unwahas terus mendorong lahirnya lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, daya saing, dan kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja di era transformasi global.